Home > Not

Not

Pengarang: Goenawan Muhamad

Kategori: Alam

Malam itu ia coba tirukan,
dengan bunyi senar gitar, tetes air
yang saling bertemu
di talang serambi.

Tapi yang terbentuk dari langit
hanya lagu.
‘Aku tak ingin lagu’,
katanya.

Tak seorang pun tahu apa yang ia inginkan. Mungkin sesuatu yang lepas,
not yang tak terkait dengan angin yang datang ke bubungan ketika hampir fajar.

‘Kau selalu menghendaki yang sulit’
– itu kesimpulan perempuan yang tidur
di sebelahnya
pada dinihari sebelumnya.

Ia mengangguk. ‘Aku selalu berdoa
kepada Tuhan yang tak sengaja’, sahutnya, ‘Tuhan yang sudah lama mati.’
Dan ia kembali memetik senar.

Menjelang matahari terbit,
di atas deretan gudang ia lihat langit memperlihatkan kilat sejenak.
Lampu-lampu menghalaunya.

Akan ada petir yang jatuh
pada penangkal di sebuah bukit, pikirnya,
jauh di pedalaman,
tak tahu ia tak akan hilang.

‘Bersama sebuah not’.

2012

Semoga puisi ini dapat memberikan inspirasi. Baca juga puisi:

<< Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi (By Goenawan Muhamad) Aung San Suu Kyi (By Goenawan Muhamad) >>

Suka halaman ini? Beritahu teman: